Hai! hauhahahuahhauhuahuhhuhaauhuhauhuhauhuhauahuh *mimisan* *keselek* *keselek kenangan*
Sebelumnya, GOMENNASAAAIIIII! Gomennasai pisan saya baru update blog lagi sekitar euh...uhm... *cek kalender* 6 bulan vakum. Basi ya? dari dulu minta maaf buat jarang update tapi tetep aja diulangin. Rasanya tuh kaya kamu janji ke pacar kamu ga akan ninggalin dia, tapi ujungnya kamu tetep ninggalin dia. uhuk.
Banyak banget yang menghalangi gua buat update blog. Akses ke internet yang ndut-ndutan. Kesibukan yang menggila selama beberapa bulan terakhir, dan sibuk..........ehm, pacaran. Dan oh iya, adanya twitter juga termasuk faktor yang menghalangi gua buat update blog. Kenapa? karena menurut gua twitter lebih praktis. Kadang-kadang kan banyaknya inspirasi yang dateng ke kepala lo cuma berupa potongan-potongan kecil doang, dan twitter menurut gua sudah cukup untuk menampung inspirasi tersebut. Maka jadilah gua sekarang kaum kafir blogger.
Tapi sudahlah, mumpung gua sedang ada disini. gua akan mulai update tentang hidup gua selama 6 bulan terakhir.
Oh iya, sekarang gua lagi ada disekolah. Dan berhubung kelas baru gua berada disamping ruang guru dan Wi-fi ruang guru terkenal kenceng. Maka ini adalah........SURGA. Apalagi sekarang guru bahasa sunda gua lagi gamasuk. Jadi gua memutuskan untuk bersenang-senang di dunia maya. Murid teladan banget kan gue? *benerin dasi*
Oke, here's the updates
1. Gua udah kelas 3 sekarang....gua ulangin. GUA KELAS 3 *jeng jeng* *zoom in zoom out* so gua mulai harus melepaskan diri dari cengkraman kesibukan organisasi yang emang sudah merenggut separuh hidup gua. Dan ekspektasi gua tuh, pas gua kelas 3 gua mulai bakal vakum sana-sini dan jadi Study Oriented. Tapi NYATANYA! Schedule gua malah makin kacau dan gila-gilaan. Bayangin, kadang pulang sekolah gua udah ada 3 rapat yang harus gua hadiri dalam waktu bersamaan. Dan itu adalah.... DAFUQ?! apa-apaan gua masih disuruh rapat ini itu. Kemana kesempatan gua buat santai-santai bobo manja dirumah? KEMANAAA?! AAAAAAKKKKKKK *pingsan*
2. Nyokap baik, bokap baik, ade gua tetep kaya setan yang super annoying. Kaka gua udah lulus dan sudah kerja sekarang. Dan efek indahnya adalah, gua punya sumber pemasukan baru pas lebaran. xixixixi
3. Yang ketiga nih...ehmm...agak awkward, gua mau cerita sedikit soal love life...
*Ku terjebaaak di ruang nostalgiaaaaa*
Jadi gini. Tadi gua liat gua terakhir update adalah tanggal 3 Maret 2012. Dan saat itu gue lagi deket sama seorang ade kelas (.__.) deketnya juga ga sengaja. Pertama itu gara-gara kita berada dalam satu grup bbm ekskul jurnalistik dan dari chat group ini kita suka bercanda (baca: najong-najongan) dan dari situ gua invite dia, dan kita chattan dan ujungnya jadi deket (yes, betul, FTV sekali. gua harus dapat award). Tanggal 3 maret itu adalah 4 hari sebelum gua (akhirnya) ditembak dan dijadikan pacar. hehehe *nangkepin bunga-bunga yang bermekaran*
Akhirnya gua menghabiskan 5 bulan otel-otelan kaya remaja dimabuk cinta jaman sekarang. Ah indahnya.
Tapiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii nothing last forever, kayak yang RAN dan Maroon5 bilang, tanggal 17 agustus gua sama dia memutuskan untuk berpisah. yap, tanggal 17 agustus. Mungkin dia pikir sudah waktunya untuk merdeka and that's what we did, memerdekakan diri masing-masing dari status pacaran :)
well, galau? jelas. Mungkin kalo kalian pernah liat blog gua sebelumnya dan kalian menemukan tentang postingan super duper mega hyper ultra incredible galau tentang mantan gua yang sebelumnya. Trust me i won't do the same thing for now. Terimakasih buat dia-si-tanggal-5-juni yang karena kegalauan yang dia ciptakan, gua sudah belajar untuk jadi lebih dewasa dan gak exposing myself di social media segamblang itu. Arigatou :)
Kalo ditanya apakah gua sudah move on apa belum, mungkin jawabannya emang belum. Gimana juga 5 bulan itu lumayan and we've done so many things. Kenangan gua berserakan dimana-mana dan mau gamau harus gua hadapi, ya toh? but at least i survived. Gua udah gapernah nangis-nangis gegulingan sambil mainin botol baygon lagi. Gua lebih milih buat ngejadiin luka gua sebagai bahan tertawaan yang bisa ngehibur orang lain dan secara ga langsung akan menghibur diri gua sendiri. Cause i'm strong, you know. Dan gua juga udah kelas 3 maka ga ada waktu lagi untuk membuat lebih banyak drama. Gua mungkin belum merdeka sepenuhnya dari perasaan dan kenangan yang ada. Tapi setidaknya, gua menjalani hidup gua sekarang dengan bahagia.
Bahagia dan deg-degan masih suka blingsatan mungkin kalo dia muncul di koridor hehehe
Okedeh, segitu dulu kali ya, nanti kalo ada waktu kosong lagi gua update hohoho. Doain gua ya, gua mau presentasi ekonomi dimana gurunya adalah titisan lucifer nomor satu.
Arrivederci! :D
Showing posts with label love sucks. Show all posts
Showing posts with label love sucks. Show all posts
Tuesday, September 4, 2012
Friday, March 25, 2011
Dulu dan Sekarang
Rumah kita, dulu
24 jam untukmu, aku menunggu
Setia dengan kata-katamu yang semanis madu
Berdiri disamping bayanganmu yang nyata
Menunggu hatimu yang entah kemana
Rumah kita, dulu
Tempatku duduk di dekat perapian
Tempatku merajut dengan madu, madu yang dulu.
Yang kau pakai untuk maniskan duniaku.
Yang kala itu ku simpan hanya untukku
Rumah kita, sekarang
Dengan dindingnya yang kusam
Dengan apinya yang padam
Maka aku tengok jendela
Bertemu dengan bayang-bayang senja
Rumah kita, sekarang
Penuh debu, suram
Maaf, lama kutinggalkan
Senja terlalu indah untukku tidak berpaling
Sekali lagi maaf, jika aku tak lagi peduli
Bilamana kutengok kembali,
Mungkinkah ku temukan kau disana
Duduk disamping perapian.
Menepuk kursi disebelahmu, tersenyum penuh rindu.
Ah ya, sepenuh hati aku akan pulang
Jika itu artinya kau akan tinggal
Berdua, kembali merajut mimpi kita
Dan melupakan dunia
24 jam untukmu, aku menunggu
Setia dengan kata-katamu yang semanis madu
Berdiri disamping bayanganmu yang nyata
Menunggu hatimu yang entah kemana
Rumah kita, dulu
Tempatku duduk di dekat perapian
Tempatku merajut dengan madu, madu yang dulu.
Yang kau pakai untuk maniskan duniaku.
Yang kala itu ku simpan hanya untukku
Rumah kita, sekarang
Dengan dindingnya yang kusam
Dengan apinya yang padam
Maka aku tengok jendela
Bertemu dengan bayang-bayang senja
Rumah kita, sekarang
Penuh debu, suram
Maaf, lama kutinggalkan
Senja terlalu indah untukku tidak berpaling
Sekali lagi maaf, jika aku tak lagi peduli
Bilamana kutengok kembali,
Mungkinkah ku temukan kau disana
Duduk disamping perapian.
Menepuk kursi disebelahmu, tersenyum penuh rindu.
Ah ya, sepenuh hati aku akan pulang
Jika itu artinya kau akan tinggal
Berdua, kembali merajut mimpi kita
Dan melupakan dunia
Friday, March 4, 2011
One
One night to change
One act to blame
One feel to replace the pain
One thing to think
One brave to have
One chance to prove
A moment to find a spot to lie on
A gift, to turn it from wish
A beat, to make it complete.
(Believe me, every sentence here means something)
One act to blame
One feel to replace the pain
One thing to think
One brave to have
One chance to prove
A moment to find a spot to lie on
A gift, to turn it from wish
A beat, to make it complete.
(Believe me, every sentence here means something)
Wednesday, January 5, 2011
Thursday, December 30, 2010
#2010Memories
*ngeliatin dia*
*sigh*
"Gua ga butuh deh sekarang mah deket atau jadian, yang penting sekarang dia tau dulu ada gue di smanda, di dunia ini, gitu aja dulu,"
...........
"Fitri! Fitri!,"
*nengok*
"Panggilin nugi,"
*ngangguk, masuk kelas, langsung koprol*
:))
*sigh*
"Gua ga butuh deh sekarang mah deket atau jadian, yang penting sekarang dia tau dulu ada gue di smanda, di dunia ini, gitu aja dulu,"
...........
"Fitri! Fitri!,"
*nengok*
"Panggilin nugi,"
*ngangguk, masuk kelas, langsung koprol*
:))
Sebesar itu
Aku pernah mencintaimu sebesar itu
Sebesar balon udara yang sekarang mendarat layu di tanah
Sebesar kobaran api yang sekarang menjadi abu
Sehijau daun yang sekarang menguning
Seindah salju yang sekarang mencari dan lenyap
Aku pernah mencintaimu sebesar itu
Tapi sekarang tidak lagi
2007-2009
(Merasa perlu memberikan penjelasan waktu, hehe)
Sebesar balon udara yang sekarang mendarat layu di tanah
Sebesar kobaran api yang sekarang menjadi abu
Sehijau daun yang sekarang menguning
Seindah salju yang sekarang mencari dan lenyap
Aku pernah mencintaimu sebesar itu
Tapi sekarang tidak lagi
2007-2009
(Merasa perlu memberikan penjelasan waktu, hehe)
Tuesday, December 7, 2010
Hahaha
Aku sudah bilang..
satu kali..
dua..
sepuluh..
seratus..
ribuan kali..
Bahwa aku.., sudah terbiasa.
Sungguh.
We're in love, don't we? haha, tapi beda orang coy!
satu kali..
dua..
sepuluh..
seratus..
ribuan kali..
Bahwa aku.., sudah terbiasa.
Sungguh.
We're in love, don't we? haha, tapi beda orang coy!
Saturday, December 4, 2010
Saturday, November 20, 2010
Saturday, November 6, 2010
The One
Lady I know you're the one for me
Lady you're the one I need
It keeps me going on and on to love you
I'll give you my soul for you to love to
The One - Maliq n D'essentials
Kenapa saya harus menghabiskan bertahun-tahun untuk sakit dan mencinta, namun pada akhirnya masih belum menemukan The One?
Lady you're the one I need
It keeps me going on and on to love you
I'll give you my soul for you to love to
The One - Maliq n D'essentials
Kenapa saya harus menghabiskan bertahun-tahun untuk sakit dan mencinta, namun pada akhirnya masih belum menemukan The One?
Monday, October 4, 2010
Renungan (apa salah gaul?)
Udah lama bikin puisi, pengen banget sih bikin, tapi gak ada inspirasi.
Padahal dulu sehari bisa bikin 2-3 puisi.
Mau bocorin rahasia sedikit, sebenarnya inspirasi itu adalah kamu.
Saya pernah baca di perahu kertas, dimana saat seorang pelukis gak punya inspirasi sama sekali, Sebenarnya dia hanya kehilangan bintangnya.
Tidak, bukan hilang, sang pelukis tersebut hanya tidak bisa melihat bintangnya, awan-awan itu menutupinya, menutup bintangnya, inspirasinya.
Kamu adalah bintang, inspirasiku dalam menulis puisi, dalam menjalani dan menjalani hidup.
Perasaanku padamu yang meluap-luap, rindu yang mengiris-iris egoku, pesonamu, diammu, kamu, menceritakan segalanya.
Cerita tentang aku, kamu, kita.
Kamu memberiku mimpi, semangat, semangat untuk bermimpi.
Kamu memberiku mimpi, mimpi untuk menjalani sisa hidup bersamamu.
Kamu memberiku kesempatan, kesempatan untuk jatuh cinta, untuk merindu, untuk sakit hati.
Kamu memberiku nyali, untuk menuliskan beberapa puisi-cinta-anak-gadis-labil, untuk menampakan sedikit saja perasaanku ke permukaan.
Sekarang, saat bintang tak mampu lagi bercerita.
Saat Semesta menolak memberikan kisah.
Saat awan berarak, menutupi bintangku.
Disini aku sendirian, meringis menatap langit.
Bertanya kenapa harus begitu tergantung padamu?
Lalu aku menatap layar, dan terkekeh.
Apa yang sudah kutulis barusan?
Padahal dulu sehari bisa bikin 2-3 puisi.
Mau bocorin rahasia sedikit, sebenarnya inspirasi itu adalah kamu.
Saya pernah baca di perahu kertas, dimana saat seorang pelukis gak punya inspirasi sama sekali, Sebenarnya dia hanya kehilangan bintangnya.
Tidak, bukan hilang, sang pelukis tersebut hanya tidak bisa melihat bintangnya, awan-awan itu menutupinya, menutup bintangnya, inspirasinya.
Kamu adalah bintang, inspirasiku dalam menulis puisi, dalam menjalani dan menjalani hidup.
Perasaanku padamu yang meluap-luap, rindu yang mengiris-iris egoku, pesonamu, diammu, kamu, menceritakan segalanya.
Cerita tentang aku, kamu, kita.
Kamu memberiku mimpi, semangat, semangat untuk bermimpi.
Kamu memberiku mimpi, mimpi untuk menjalani sisa hidup bersamamu.
Kamu memberiku kesempatan, kesempatan untuk jatuh cinta, untuk merindu, untuk sakit hati.
Kamu memberiku nyali, untuk menuliskan beberapa puisi-cinta-anak-gadis-labil, untuk menampakan sedikit saja perasaanku ke permukaan.
Sekarang, saat bintang tak mampu lagi bercerita.
Saat Semesta menolak memberikan kisah.
Saat awan berarak, menutupi bintangku.
Disini aku sendirian, meringis menatap langit.
Bertanya kenapa harus begitu tergantung padamu?
Lalu aku menatap layar, dan terkekeh.
Apa yang sudah kutulis barusan?
Sunday, October 3, 2010
Takumi
Tuesday, September 21, 2010
Re-post
From Penghuni Gerbong Tiga <---- Click-able Kamu Dory, Aku Marlin Kamu Kotoko, Aku Naoki Kamu siang, Aku malam Kamu ceria, Aku pemurung Kamu positif, Aku negatif Kamu mudah melupakan, Aku cenderung pendendam Kamu pelupa, Aku ingat setiap detail Kamu optimis, Aku pesimis Kamu panas matahari, Aku hujan lebat Kamu suka pantai, Aku suka pegunungan Kamu merasa harus berteman dengan siapapun, Aku cukup punya sahabat dalam hitungan jari Kamu pandai berceloteh, Aku lebih suka diam Kamu merasa harus tahu segala hal, Aku lebih suka tidak bertanya Kamu menyukai spontanitas, Aku menyukai perencanaan Kamu santai, Aku ribet Kamu komedi romantis, Aku horor Kamu selalu bersyukur, Aku gampang mengeluh Kamu suka berjalan-jalan, Aku lebih suka berada di rumah seharian Kamu merasa nyaman di tengah keramaian, Aku merasa tertekan di tengah keramaian Kamu cepat dekat dengan orang baru, Aku lebih senang menjaga jarak Kamu sedih bila dicap sombong, Aku malah bangga mengaku sombong Kamu takut kesepian, Aku menyukai kesendirian Kamu bagaimana nanti, Aku nanti bagaimana? Kamu sanguinis, Aku melankolis Kamu sering kesiangan, Aku selalu bangun pagi Kamu susu kental manis, Aku yogurt masam Kamu suka kecap, Aku suka cuka Kamu selalu ingin menyenangkan orang lain, aku gampang menolak permintaan orang Kamu baik hati, aku agak kejam Kamu tidak mudah berprasangka, Aku terlalu berhati-hati Kamu lentur, Aku kaku Kamu senang dimanja, Aku suka memanjakan Benarkah kita berdua tidak cocok? bukankan akan membosankan jika kita malah memiliki banyak kesamaan? Bukankah kita bisa melengkapi apa yang tidak kita miliki? Bukankah Kotoko dan Naoki akhirnya berpacaran? Bukankah Dory dan Marlin bersama-sama bisa mengarungi lautan luas? Tidak bisakah kita melakukan hal yang sama?
Saturday, September 18, 2010
Kamu
Kamu bodoh
Kamu bodoh karena gak ngerti saya
Kamu bego
Kamu bego karena gak tau jalan kembali
Kamu idiot
Kamu idiot karena gak nyadar kalo saya kangen sama kamu.
Kamu buta
Kamu buta karena gak bisa lihat saya disini
Kamu nyebelin
Kamu sombong
Pengen saya tampar
Pengen saya buang ke jurang
Pengen saya cincang jadi 617 bagian
Pengen saya.. peluk
Dan bilang kalo saya sayang sama kamu
Kamu bodoh karena gak ngerti saya
Kamu bego
Kamu bego karena gak tau jalan kembali
Kamu idiot
Kamu idiot karena gak nyadar kalo saya kangen sama kamu.
Kamu buta
Kamu buta karena gak bisa lihat saya disini
Kamu nyebelin
Kamu sombong
Pengen saya tampar
Pengen saya buang ke jurang
Pengen saya cincang jadi 617 bagian
Pengen saya.. peluk
Dan bilang kalo saya sayang sama kamu
Wednesday, August 25, 2010
:)
I know you'll find it, you did.
Maybe it just my expectation. besides, i'm still happy.
now, i would like to ask you something.
Will you go there.. with me?
Maybe it just my expectation. besides, i'm still happy.
now, i would like to ask you something.
Will you go there.. with me?
Sunday, August 22, 2010
Thursday, August 12, 2010
Flashback
Ramadhan tahun lalu, tahun 2009 Masehi, 1430 Hijriyah.
Aku ingat,
Aku ingat menjalani bulan itu dengan suka cita..., dan cinta.
Ya, cinta, cinta yang tak terbalas, mungkin.
Aku ingat setiap shubuh kulalui denganmu dalam angan.
Kembali terlelap dengan perasaan berdebar, entah mengapa.
Aku ingat bertemu dengamu di sekolah.
Aku ingat bagaimana kamu selalu mampu membuatku lupa akan letih.
Aku ingat aku tidak pernah mau pulang sebelum kamu pulang.
Aku ingat aku selalu menyesuaikan, bagaimanapun caranya, agar aku bisa bertemu denganmu, disana..
Aku ingat saat malam tiba.
Aku ingat saat aku bersuka cita pergi ke mesjid, untuk shalat tarawih.
Tapi tidak, sebenarnya aku hanya ingin bertemu kamu.
Hari ini, aku sadar.
Aku sadar bahwa baik tahun lalu maupun sekarang keadaan takkan pernah berubah.
Hanya perasaan ku yang berubah, seiring semua luka yang kau cipta.
Tenanglah
Angan mu hanya berlaku tahun lalu.
Hanya tahun lalu.
Tapi kupikir ramadhan ini tetap berbeda.
Karena tidak adanya cinta, dan tidak adanya kamu.
Aku tak mau berharap juga menghiba, seperti dulu.
Karena mungkin aku tidak merindukan momen itu.
Aku hanya teringat.
Kamu tahu? aku lega kini telah berpaling.
Karena jika saat ini masih kamu.
Mungkin rasanya akan lebih sakit dari tahun lalu
Aku ingat,
Aku ingat menjalani bulan itu dengan suka cita..., dan cinta.
Ya, cinta, cinta yang tak terbalas, mungkin.
Aku ingat setiap shubuh kulalui denganmu dalam angan.
Kembali terlelap dengan perasaan berdebar, entah mengapa.
Aku ingat bertemu dengamu di sekolah.
Aku ingat bagaimana kamu selalu mampu membuatku lupa akan letih.
Aku ingat aku tidak pernah mau pulang sebelum kamu pulang.
Aku ingat aku selalu menyesuaikan, bagaimanapun caranya, agar aku bisa bertemu denganmu, disana..
Aku ingat saat malam tiba.
Aku ingat saat aku bersuka cita pergi ke mesjid, untuk shalat tarawih.
Tapi tidak, sebenarnya aku hanya ingin bertemu kamu.
Hari ini, aku sadar.
Aku sadar bahwa baik tahun lalu maupun sekarang keadaan takkan pernah berubah.
Hanya perasaan ku yang berubah, seiring semua luka yang kau cipta.
Tenanglah
Angan mu hanya berlaku tahun lalu.
Hanya tahun lalu.
Tapi kupikir ramadhan ini tetap berbeda.
Karena tidak adanya cinta, dan tidak adanya kamu.
Aku tak mau berharap juga menghiba, seperti dulu.
Karena mungkin aku tidak merindukan momen itu.
Aku hanya teringat.
Kamu tahu? aku lega kini telah berpaling.
Karena jika saat ini masih kamu.
Mungkin rasanya akan lebih sakit dari tahun lalu
Tuesday, July 27, 2010
aku..
Aku ingat pernah jatuh cinta, dan satu-satunya hal lain yang bisa kuingat adalah bagaimana rasanya jatuh..
Monday, June 21, 2010
beda
ada yang berubah, gatau apa dunia luar berputar lebih cepat dari dimana dunia saya berada. atau memang presepsi saya yang berubah.
tapi, saya merasa, hidup saya disini sepenuhnya normal. bahkan terhadap hal-hal yang mungkin kalo saya lakuin disana amat sangat tidak normal sekali banget.
contohnya, ada yang tau hal menggemparkan apa yang terjadi sama saya?
temen-temen deket pasti tau, wong yang ga begitu deket aja tau.
yak, terhadap hal "itu" ketika saya pertama kali menjalankannya, saya sungguhan siap, sungguhan bisa menerima, sungguhan merasa normal (dengan asumsi tidak melihat dari sisi religius) tapi pas saya buka facebook (yang isinya temen-temen saya di bogor semua) i just feel like an alien in my own home.
masalahnya adalah, mereka gak tau apa yang sebenernya saya rasain, mereka cuma liat lewat presepsi, yang udah busuk dimakan waktu.
tapi tetep aja, lewat presepsi itu mereka dengan pede nya berusaha "mengembalikan saya ke jalan yang benar," (note : sekali lagi, diluar sisi religius)
seakan-akan "ih kok fina jadi gini sih?," belum ada yang ngomong langsung, secara gak langsung? hm...
saya sadar sepenuhnya kalo saya mungkin memang agak beda dari sebelumnya, tapi kok kayanya kalo giliran saya yang beda, jatohnya jadi kaya saya yang salah
oke ngerti lebay, aneh, ekstrim, sensi, tapi jujur aja saya ngerasanya sih gitu.
seakan-akan saya disini penjahatnya
seakan-akan saya .. gatau lah, saya juga bingung.
tapi jujur, situasi kaya gini bikin saya takut pulang ke bogor, ya itu tadi, i'll looks like an alien there.
karena saya merasa hidup saya disini sepenuhnya normal.
dan saya takut kalau apa yang saya bawa dari sini dipandang sebagai hal yang sepenuhnya TIDAK normal.
mudah-mudahan cuma ketakutan saya sendiri aja..
tapi, saya merasa, hidup saya disini sepenuhnya normal. bahkan terhadap hal-hal yang mungkin kalo saya lakuin disana amat sangat tidak normal sekali banget.
contohnya, ada yang tau hal menggemparkan apa yang terjadi sama saya?
temen-temen deket pasti tau, wong yang ga begitu deket aja tau.
yak, terhadap hal "itu" ketika saya pertama kali menjalankannya, saya sungguhan siap, sungguhan bisa menerima, sungguhan merasa normal (dengan asumsi tidak melihat dari sisi religius) tapi pas saya buka facebook (yang isinya temen-temen saya di bogor semua) i just feel like an alien in my own home.
masalahnya adalah, mereka gak tau apa yang sebenernya saya rasain, mereka cuma liat lewat presepsi, yang udah busuk dimakan waktu.
tapi tetep aja, lewat presepsi itu mereka dengan pede nya berusaha "mengembalikan saya ke jalan yang benar," (note : sekali lagi, diluar sisi religius)
seakan-akan "ih kok fina jadi gini sih?," belum ada yang ngomong langsung, secara gak langsung? hm...
saya sadar sepenuhnya kalo saya mungkin memang agak beda dari sebelumnya, tapi kok kayanya kalo giliran saya yang beda, jatohnya jadi kaya saya yang salah
oke ngerti lebay, aneh, ekstrim, sensi, tapi jujur aja saya ngerasanya sih gitu.
seakan-akan saya disini penjahatnya
seakan-akan saya .. gatau lah, saya juga bingung.
tapi jujur, situasi kaya gini bikin saya takut pulang ke bogor, ya itu tadi, i'll looks like an alien there.
karena saya merasa hidup saya disini sepenuhnya normal.
dan saya takut kalau apa yang saya bawa dari sini dipandang sebagai hal yang sepenuhnya TIDAK normal.
mudah-mudahan cuma ketakutan saya sendiri aja..
Subscribe to:
Posts (Atom)

