Hello, kembali lagi bersama fina yang sedang galau jurusan.
oke, alih-alih merhatiin pak muhadi yang sedang cuap-cuap njelasin tentang sengketa internasional, gue malah mojok dan nulis postingan ini. Entah kenapa gua sedang niat sekali nulis, walau waktunya tidak tepat-__-
mau cerita sedikit, i've been trough on a fus-ro-dah-motherfucker-busy weeks. Hari minggu ini TGS akan mementaskan sebuah pertunjukan lenong dan gua sebagai korlat yang baik dan rajin minum susu menjadi amat rempong ngurusin segala hal yang berbau tentang latihan lenong. Ya jarkom, ya ngecak tempat, dan jangan lupakan tekanan batin yang kualami kalo anak-anak yang dateng sedikit. well, semua ini agak...sedikit bikin stress.
OSIS pun, bulan ini ada 2 event yang melibatkan gua sebagai ketua pelaksana, so gua harus mengatur meeting ini itu dengan si ini dan si itu, setiap hari, sepanjang minggu. menyenangkanm, bukan? gua ngerasa gua lebih kaya pekerja kantoran daripada anak SMU.
Padahal gua bentar lagi kelas 3 dan sudah sepantasnya gua bersantai-santai sambil belajar untuk mempersiapkan masa depan yang cemerlang DAN juga menentukan jurusan apa yang akan gua ambil ketika gua sudah lulus. but here i am, trapped on never-ending meetings *sigh*
Well, i guess thats enough for today. gua harus cepet-cepet off sebelum umes (yang modemnya gua colong buat konek) nyincang gua jadi 392749749 bagian.
Arrivederci!
P.S : Thanks for giving me spirit to write and think more about my life :D
Thursday, May 3, 2012
Friday, January 20, 2012
Galau produktif ah
‘Fin, gua baca blog lu loh’ seorang teman berkata tiba-tiba.
Begitu denger gua langsung senyum mesum manis manja group, seneng blog gua masih ada yang mau baca.
Tapi sedetik kemudian, senyum gua langsung luntur.. Kalo dia baca blog gue, berarti…
‘Blog lu..sumpah….galau abis. Galau segalau-galaunya’ lanjut doi, dengan tampang prihatin kaya ngeliat anak kecil yang pengen shuffle tapi kakinya buntung (apasih).
Dan senyum mesum manis manja group gua, langsung berubah jadi cengiran-malu-pasrah-pengen-mati-aja. Gua tau persis postingan mana yang dia bilang galau segalau-galaunya itu. Dan ketika postingan terkutuk itu gua baca ulang pun, bulu kuduk gua langsung berdiri. Merinding. Sumpah, itu posting (walaupun gua paham kenapa gua bisa sampe nulis kaya gitu) terlihat menjijikan..
*ngelus-ngelus dada logan lerman* *istighfar*
Bukan perasaan gua waktu itu yang gua lihat menjijikan. Bukan subjek yang gua acu dalam postingan itu yang gua anggap menjijikan. Tapi ketegaran gua yang udah di tingkat -652368 derajat celcius itu yang bener-bener bikin pengen nangis saking malunya.
Postingan itu memuat keluh kesah gua, gombalan tingkat tinggi gua, dan doa-doa cengeng putus asa yang gua semburkan. Asli, gua merasa bener-bener ga elegan.
Padahal, kalo aja gua bisa sedikit lebih tenang, dan ga terbutakan oleh keputus asaan gua sendiri, gua bisa aja menyalurkan rasa gua melalui sesuatu yang lebih classy, seperti misalnya puisi.
Tapi sudahlah, nasi sudah menjadi dubur, eh bubur.
Actually, It’s not a problem, being so sad and galau. the problem is the way you choose to express this sadness.
It’s not a problem, loving the past. The problem is the way you choose to use your love. To kill, or to live you.
So mulai sekarang, blog ini (kayanya sih) bakal remang-remang untuk sementara karena gua…mmmhhh…belum punya mood atau ide buat nulis-nulis sesuatu yang bukan cinta atau galau. Ngahahaha *plak*
But let me introduce you my new tumblr. This site loads about the abstraction mind of mine. Puisi-puisi, sajak, atau apapun yang ada dipikiran gua, hati gua, yang gua kemas dengan sedikit lebih manis dan puitis. Tujuannya sederhana, agar galau gua, yang dulunya adalah jenis galau ngemis-ngemis, bisa berubah jadi galau elegan.
Catch the other side of me on This Motherfucker Bunch of Abstractions oke? :)
Tau ga? Gua posting ini sambil pelajaran matematika loh. Gua tarok di memopad bb, terus gua posting kesini deh fufufu :3
Sekian, dan terimaakuapaaadanya.
Arrivederci! :)
Begitu denger gua langsung senyum mesum manis manja group, seneng blog gua masih ada yang mau baca.
Tapi sedetik kemudian, senyum gua langsung luntur.. Kalo dia baca blog gue, berarti…
‘Blog lu..sumpah….galau abis. Galau segalau-galaunya’ lanjut doi, dengan tampang prihatin kaya ngeliat anak kecil yang pengen shuffle tapi kakinya buntung (apasih).
Dan senyum mesum manis manja group gua, langsung berubah jadi cengiran-malu-pasrah-pengen-mati-aja. Gua tau persis postingan mana yang dia bilang galau segalau-galaunya itu. Dan ketika postingan terkutuk itu gua baca ulang pun, bulu kuduk gua langsung berdiri. Merinding. Sumpah, itu posting (walaupun gua paham kenapa gua bisa sampe nulis kaya gitu) terlihat menjijikan..
*ngelus-ngelus dada logan lerman* *istighfar*
Bukan perasaan gua waktu itu yang gua lihat menjijikan. Bukan subjek yang gua acu dalam postingan itu yang gua anggap menjijikan. Tapi ketegaran gua yang udah di tingkat -652368 derajat celcius itu yang bener-bener bikin pengen nangis saking malunya.
Postingan itu memuat keluh kesah gua, gombalan tingkat tinggi gua, dan doa-doa cengeng putus asa yang gua semburkan. Asli, gua merasa bener-bener ga elegan.
Padahal, kalo aja gua bisa sedikit lebih tenang, dan ga terbutakan oleh keputus asaan gua sendiri, gua bisa aja menyalurkan rasa gua melalui sesuatu yang lebih classy, seperti misalnya puisi.
Tapi sudahlah, nasi sudah menjadi dubur, eh bubur.
Actually, It’s not a problem, being so sad and galau. the problem is the way you choose to express this sadness.
It’s not a problem, loving the past. The problem is the way you choose to use your love. To kill, or to live you.
So mulai sekarang, blog ini (kayanya sih) bakal remang-remang untuk sementara karena gua…mmmhhh…belum punya mood atau ide buat nulis-nulis sesuatu yang bukan cinta atau galau. Ngahahaha *plak*
But let me introduce you my new tumblr. This site loads about the abstraction mind of mine. Puisi-puisi, sajak, atau apapun yang ada dipikiran gua, hati gua, yang gua kemas dengan sedikit lebih manis dan puitis. Tujuannya sederhana, agar galau gua, yang dulunya adalah jenis galau ngemis-ngemis, bisa berubah jadi galau elegan.
Catch the other side of me on This Motherfucker Bunch of Abstractions oke? :)
Tau ga? Gua posting ini sambil pelajaran matematika loh. Gua tarok di memopad bb, terus gua posting kesini deh fufufu :3
Sekian, dan terimaakuapaaadanya.
Arrivederci! :)
Tuesday, December 20, 2011
I just do
Ini sih bukan berita baru ya, kalo gua orangnya GR akut. kegeeran parah. Tingkat kegeeran yang begitu amazing sampai-sampai terasa menyedihkan.
Yang jelas sih, gua kangen jatuh cinta.
Ga nyambung sama pembukaan yang diatas ya-___-
biarinlah, lanjut.
Well, gua dari dulu sampe sekarang, statusnya masih ngerasain jatuh cinta. Tapi dengan situasi yang amat sangat tidak menguntungkan, memaksa gua untuk dominan merasakan jatuh-nya ketimbang cinta-nya.
Pret. Kampret ini sebenernya.
At least, dulu gua bebas. bebas bergerak. bebas berekskresi, eh berekspresi.
But now for me is totally, absolutely, definetely impossible to make a little move. haaa -___-
Semua orang, tanpa kenal lelah, selalu memaksa gua buat move on. Demi kelancaran jiwa gua, katanya sih.
Dan gua, tanpa kenal lelah pula, selalu bilang kalau gua...errr...gabisa-___-
Gatau ya kenapa, mungkin karena perasaan ini udah ngalir di darah gue (huanjir)
I mean, i see sooo many adorable guys. i adore some of them. but stuck on adore. i cant go forward.
Dan sebenernya, yang 'dateng' juga ada (mau bilang banyak gaenak euy :p) tapi yah....entah kenapa gua enggan membuka hati gua. Lebih tepatnya gua enggan mengganti doi dengan orang lain.
Kenapa?
Karena eh karena nenek bilang itu berbahaya.
Bukan, yang bener adalah....entahlah *plak* i just thought that he is right on his place, in my heart. i can't replace it. it's his place.
See? paham kenapa sekarang gua bilang gua adalah orang yang kegeeran?
Kaki gua gatel, banyak nyamuk-___-
Banyak yang bilang, banyaaaak banget. dan banyak kalimat klise yang bertebaran seperti ini :
Ngapain mikirin dia kalo dia ga mikirin elo? ngapain kangen dia kalo dia ga ngangenin elo?
Ini ya, asli dah, basi banget.
Pertanyaan semacam itu sering banget dilontarkan ke gua. and unfortunately i just can say : why not? i just do.
Yap
i
just
do
Saya kangen kamu, gapake alesan, i just do
saya butuh kamu, i just do
Saya kepo hidup kamu, i just do
saya masih melihara perasaan ini, ya i just do juga.
Jadi gua sebenernya gabisa nemu alesan dari semua kegalauan gua. kembang kempisnya idung gua kalo liat doi dari jarak 1000meter. alesan gua guling-guling di tempat tidur gara-gara abis kepo sesuatu yang 'aneh'
I just do.
Yang jelas sih, gua kangen jatuh cinta.
Ga nyambung sama pembukaan yang diatas ya-___-
biarinlah, lanjut.
Well, gua dari dulu sampe sekarang, statusnya masih ngerasain jatuh cinta. Tapi dengan situasi yang amat sangat tidak menguntungkan, memaksa gua untuk dominan merasakan jatuh-nya ketimbang cinta-nya.
Pret. Kampret ini sebenernya.
At least, dulu gua bebas. bebas bergerak. bebas berekskresi, eh berekspresi.
But now for me is totally, absolutely, definetely impossible to make a little move. haaa -___-
Semua orang, tanpa kenal lelah, selalu memaksa gua buat move on. Demi kelancaran jiwa gua, katanya sih.
Dan gua, tanpa kenal lelah pula, selalu bilang kalau gua...errr...gabisa-___-
Gatau ya kenapa, mungkin karena perasaan ini udah ngalir di darah gue (huanjir)
I mean, i see sooo many adorable guys. i adore some of them. but stuck on adore. i cant go forward.
Dan sebenernya, yang 'dateng' juga ada (mau bilang banyak gaenak euy :p) tapi yah....entah kenapa gua enggan membuka hati gua. Lebih tepatnya gua enggan mengganti doi dengan orang lain.
Kenapa?
Karena eh karena nenek bilang itu berbahaya.
Bukan, yang bener adalah....entahlah *plak* i just thought that he is right on his place, in my heart. i can't replace it. it's his place.
See? paham kenapa sekarang gua bilang gua adalah orang yang kegeeran?
Kaki gua gatel, banyak nyamuk-___-
Banyak yang bilang, banyaaaak banget. dan banyak kalimat klise yang bertebaran seperti ini :
Ngapain mikirin dia kalo dia ga mikirin elo? ngapain kangen dia kalo dia ga ngangenin elo?
Ini ya, asli dah, basi banget.
Pertanyaan semacam itu sering banget dilontarkan ke gua. and unfortunately i just can say : why not? i just do.
Yap
i
just
do
Saya kangen kamu, gapake alesan, i just do
saya butuh kamu, i just do
Saya kepo hidup kamu, i just do
saya masih melihara perasaan ini, ya i just do juga.
Jadi gua sebenernya gabisa nemu alesan dari semua kegalauan gua. kembang kempisnya idung gua kalo liat doi dari jarak 1000meter. alesan gua guling-guling di tempat tidur gara-gara abis kepo sesuatu yang 'aneh'
I just do.
Friday, December 16, 2011
Oke! oke! gua nyerah-__________-
Gua mau cerita aja nih ya.
Lo pernah ga sih, punya mimpi?
Pernah dong ya ga mungkin ga pernah.
Tapi lo pernah ga, mimpi. Sebenernya mimpi lo ini gak besar kayak, mau sekaya Bill Gates atau bisa bikin kerajaan di Mars, atau kawin sama Logan Lerman.
Apa yang lo mimpikan mungkin kecil, mungkin dekat, tapi satu hal yang lo percaya adalah, mimpi lo ini ga akan pernah tercapai.
Kenapa?
Karena lo ga punya kuasa, untuk membuat bahkan gerakan terkecil sekalipun, yang bisa bikin mimpi lo tercapai.
Dulu, setahun yang lalu gua juga pernah mimpi kaya gini.
Well sejujurnya, mimpi gua dari tahun lalu sampai sekarang pun ga berubah.
Tapi setidaknya, dulu gua bisa bergerak bebas, berbuat sesukanya agar mimpi gua tercapai.
Dan terbukti, Allah emang amazing banget, mimpi itu pernah tercapai.
tapi begonya, entah apa yang gua pikirkan, bisa-bisanya gua ngelepasin mimpi itu.
Gua gatau mana yang lebih bego : gua yang ngelepasin mimpi itu, atau gua yang masih mau bermimpi, ketika gua tau gua udah gabisa lagi ambil apa yang udah gua lepas.
Ketika gua memutuskan untuk bermimpi lagi kali ini, gua tau, mimpi gua, ga akan pernah kecapai, sekecil apapun.
Pertanyaannya : Gua tau mimpi gua ga akan pernah jadi nyata, tapi kenapa gua masih mau bermimpi?
Wednesday, December 14, 2011
Postingan sambil nunggu standupshow
yap. adalah suatu keajaiban gua masih melek jam segini (serius, biasanya gua jam 8 udah tunduh). dan berhubung gua baru dapet semangat baru buat blogging. dan berhubung gua lagi nganggur nungguin standup show.
oke, sesungguhnya standup-nya udah mulai, tapi berhubung topiknya lagi cabul, dan gua lagi nonton sama bokap nyokap gue. so..lupakan, kita lanjut blogging aja.
Sip, jadi ceritanya, sesaat setelah gua bikin postingan sebelumnya, gua iseng creeping blog gua sampe jauh banget. Menurut gue, fudul history sendiri itu penting loh. disitu lo bisa ngukur, sejauh mana hidup lo berputar. sejauh mana cara pandang lo berubah. sejauh mana hati lo...bergerak,
Well, gua fudul postingan saat gua menggauli...eh bukan, manggalaui kecengan gua pas smp. Gua baca postingan itu, dan gua ga merasakan apa-apa. satu yang gua pikirkan adalah, sedahsyat apakah perasaan gua sama dia waktu itu, sampe bisa menggerakan gua memposting sedahsyat itu?
Saat lo fudul blog lo, terutama kalau lo adalah orang yang mengupdate setiap inci perasaan lo ke blog. You'll learn a lot, you know. Saat gua fudul blog gua, gua serasa ngerasain semua perasaan gua selama 3 tahun ini, cuma dalam hitungan menit. And it's amazing, really :D
Ada beberapa orang, yang suka ngehapus postingan (atau dalam konteks ini, mari kita sebut sebagai "kenangan") tentang apa yang dulu mereka alami atau mereka rasakan dalam kehidupan cinta mereka.
Gue? Nope. Gua lebih suka ngebiarin ini semua. Bahkan yang paling baru pun, gua ga pernah berusaha melupakan. Survive, ya. Bangkit, ya. Melupakan? ga. Kenapa? Karena dengan kenangan-kenangan gua saat galau, saat hampir mati, saat mati beneran, disitu gua belajar. Gua nyesel, tapi gua juga belajar. Mungkin saat keadaan mulai...jadi netral. mungkin setahun dua tahun dari sekarang, ketika apa yang gua rasakan tidak menimbulkan efek apapun bagi siapapun, gua bakal cerita tentang apa yang gua pelajari dari love life. sedikit sharing tentang cerita gua. Bukan untuk pamer kegalauan, bukan untuk mengharap apa yang dulu hilang bakal kembali datang, engga. tapi semoga dari cerita itu...pembaca gua bisa ngambil pelajaran, sebanyak dan sedalam apa yang pernah gua ambil. Gua pengen cerita, kaya Fitrop di buku dia Kening, bagaimana dongeng...ternyata bisa jadi nyata. bagaimana mimpi...bisa bener-bener diperjuangkan meski kelihatannya mustahil dan ngobrol.
Oke, ini ngelantur. Gua mau nonton standup show lagi tapi topiknya masih cabul...
Mungkin itu posting terakhir buat hari ini. Doain besok bisa posting lagi.
Good nite! :)
oke, sesungguhnya standup-nya udah mulai, tapi berhubung topiknya lagi cabul, dan gua lagi nonton sama bokap nyokap gue. so..lupakan, kita lanjut blogging aja.
Sip, jadi ceritanya, sesaat setelah gua bikin postingan sebelumnya, gua iseng creeping blog gua sampe jauh banget. Menurut gue, fudul history sendiri itu penting loh. disitu lo bisa ngukur, sejauh mana hidup lo berputar. sejauh mana cara pandang lo berubah. sejauh mana hati lo...bergerak,
Well, gua fudul postingan saat gua menggauli...eh bukan, manggalaui kecengan gua pas smp. Gua baca postingan itu, dan gua ga merasakan apa-apa. satu yang gua pikirkan adalah, sedahsyat apakah perasaan gua sama dia waktu itu, sampe bisa menggerakan gua memposting sedahsyat itu?
Saat lo fudul blog lo, terutama kalau lo adalah orang yang mengupdate setiap inci perasaan lo ke blog. You'll learn a lot, you know. Saat gua fudul blog gua, gua serasa ngerasain semua perasaan gua selama 3 tahun ini, cuma dalam hitungan menit. And it's amazing, really :D
Ada beberapa orang, yang suka ngehapus postingan (atau dalam konteks ini, mari kita sebut sebagai "kenangan") tentang apa yang dulu mereka alami atau mereka rasakan dalam kehidupan cinta mereka.
Gue? Nope. Gua lebih suka ngebiarin ini semua. Bahkan yang paling baru pun, gua ga pernah berusaha melupakan. Survive, ya. Bangkit, ya. Melupakan? ga. Kenapa? Karena dengan kenangan-kenangan gua saat galau, saat hampir mati, saat mati beneran, disitu gua belajar. Gua nyesel, tapi gua juga belajar. Mungkin saat keadaan mulai...jadi netral. mungkin setahun dua tahun dari sekarang, ketika apa yang gua rasakan tidak menimbulkan efek apapun bagi siapapun, gua bakal cerita tentang apa yang gua pelajari dari love life. sedikit sharing tentang cerita gua. Bukan untuk pamer kegalauan, bukan untuk mengharap apa yang dulu hilang bakal kembali datang, engga. tapi semoga dari cerita itu...pembaca gua bisa ngambil pelajaran, sebanyak dan sedalam apa yang pernah gua ambil. Gua pengen cerita, kaya Fitrop di buku dia Kening, bagaimana dongeng...ternyata bisa jadi nyata. bagaimana mimpi...bisa bener-bener diperjuangkan meski kelihatannya mustahil dan ngobrol.
Oke, ini ngelantur. Gua mau nonton standup show lagi tapi topiknya masih cabul...
Mungkin itu posting terakhir buat hari ini. Doain besok bisa posting lagi.
Good nite! :)
awkward
emm..oke, halo.
im starting te feel awkward to my own blog since...well, you know. those hard times.
Masa-masa galau itu sebenernya udah berlalu, meski masih ada beberapa hal yang masih belum hilang (sekeras apapun gua coba untuk hapus) dan jujur gua rada kapok buat 'galau' dan 'sekarat' lagi kaya dulu karena...saat lo galau, dunia ga akan peduli men. lo mau galau, sekarat, bahkan pas mati pun, dunia terus muter, maju, ga akan pernah mau nungguin kita. selemah apapun kita buat ngejar. kalo memang ketinggalan, dan lo ga ada usaha buat bangkit, selamanya lo akan ketinggalan.
keren kan kata-kata gue?
Kenapa gua bisa ngomong kaya gini? ya karena gua udah ngerasain sendiri...bagaimana saat galau...gua bukan cuma kehilangan apa yang membuat gua galau, tapi gua kehilangan semuanya...yap, semuanya.
Dulu gua berpikir, saat gua galau, orang-orang mau ngerti. mau memaklumi. in fact, they do, but not in the way i thought it would be. Mereka mengerti, ga dengan kapasitas yang gua harapkan. mereka mengerti ya seadanya mereka, dan itu bukan salah mereka. tapi waktu itu, gua secara ga lansgung berubah jadi 'manja'...dan hasilnya? zonk..gua kehilangan jabatan...kehilangan nilai...kehilangan kesempatan-kesempatan yang sebenernya layak gua dapatkan.
Jadi anak-anakku, saat kalian galau. Kuasailah kegalauan kalian, nikmati kegalauan kalian namun jangan biarkan kalian terlena. Galau itu cobaan, yang harus kita taklukan. serius nih. gua gamau ada korban lagi (walaupun gua yakin, ga akan ada yang galau seekstrim gua...but who knows?)
Oke, itu adalah salahsatu alasan gua kembali blogging setelah sekian lama gua vakum. Alasan lainnya adalah...well, ini faktor utama karena gua blogging lagi..adalah..karena...sebab....*jengjeng* ternyata ada orang yang masih baca blog gue!
Engga, gua ga maksud buat norak, buat sombong apalagi, sumpah. Maksud gue, logikanya, dengan blog gua yang super sampah ini...yang galau bikin gerah semua ini...kenapa masih ada yang mau baca?! Udah bukan rahasia, kalo anak-anak jaman sekarang pada anti banget sama orang yang galau-go-public (contoh orang yang galau-go-public? liat gua) so blog gua bener-bener blog yang ga layak baca banget sebenernya. dan gua bener-bener ga mengharapkan ada orang yang mau baca blog gua. since i thought i'm blogging for myself. Tapi ternyata masih ada guys, MASIH ADA orang yang baca blog gue *berkaca-kaca* *lap ingus*
Jadi gini, pas rapat osis. ada anak kelas 1 yang tiba-tiba ngajak ngomong gue, namanya Ken.
Ken : teh, saya suka lagu yang ada di blog teteh itu, judulnya apa ya?
Gue : ............ooh..itu..., wait, lo baca blog gue?
Ken : iya
Gue : yang finalien?
Ken : iya teh
Gue : yang lagunya ini? *muter lagu fireflies*
Ken : nah iya! yang ini!
Gue : Serius lo baca blog gue?
Ken : iya...
Gue : oke..
demi Allah gua speechless. Bukan apa-apa. itu blog udah mati 2 bulan lebih. gua juga ga pernah promote-promote blog lagi. paling gua masukkin ke info di fb sama twitter. pertanyaannya adalah, setan apa yang membisiki Ken supaya dia tergerak hatinya buat baca blog gue? segitu baru Ken yang ngaku sama gue. I wonder if there's anyone else who read my fucking-pathethic-blog too.....
Nah, dengan kepercayaan diri yang mulai tumbuh (karena gua ternyata masih punya pembaca, walaupun mungkin cuma Ken, itu juga kayanya dia kapok kesini lagi) dan tekad bahwa 'gua harus menghibur pembaca gua' maka gua harap.....gua bisa aktif ngeblog lagi disini. sharing apa aja yang ada dipikiran gua, share puisi-puisi gue, anything but...galau.
Dan gua inget, awal-awal gua buka blog ini. gua suka posting pengalaman-pengalaman gua yang gua kemas dalam bentuk komedi. Cita-cita gua dulu, adalah menjadi semacam Creative Blogger kaya Raditya Dika. Walau pada akhirnya, kerasnya kehidupan cinta dan dramanya sistem otak gua membuat gua malah melenceng jauh menjadi Galau Blogger..
But now, stop with galau-galau things! i have so much things to share about. many people to share with. Segalau apapun gue, insya allah gue ga akan khilaf sampe kalap di blog lagi :p dan berhubung gua baru bikin quote baru "If you love a person in a right way, you gotta make him your strength, not your weakness. let him live you, but not kill you" so..akan gua buat dia kekuatan gua, inspirasi gua, untuk belajar, menulis, berbagi, melawak, buat kalian semua, siapapun yang masih berkenan buat baca blog sampah gue ini :)
Doakan gua selalu kuat, dan istiqomah sama tekad gua barusan, oke? :)
Arrivederci!
Salam lidah emut permen
Fitriana Ferhadija Yasid
14 desember 2011
im starting te feel awkward to my own blog since...well, you know. those hard times.
Masa-masa galau itu sebenernya udah berlalu, meski masih ada beberapa hal yang masih belum hilang (sekeras apapun gua coba untuk hapus) dan jujur gua rada kapok buat 'galau' dan 'sekarat' lagi kaya dulu karena...saat lo galau, dunia ga akan peduli men. lo mau galau, sekarat, bahkan pas mati pun, dunia terus muter, maju, ga akan pernah mau nungguin kita. selemah apapun kita buat ngejar. kalo memang ketinggalan, dan lo ga ada usaha buat bangkit, selamanya lo akan ketinggalan.
keren kan kata-kata gue?
Kenapa gua bisa ngomong kaya gini? ya karena gua udah ngerasain sendiri...bagaimana saat galau...gua bukan cuma kehilangan apa yang membuat gua galau, tapi gua kehilangan semuanya...yap, semuanya.
Dulu gua berpikir, saat gua galau, orang-orang mau ngerti. mau memaklumi. in fact, they do, but not in the way i thought it would be. Mereka mengerti, ga dengan kapasitas yang gua harapkan. mereka mengerti ya seadanya mereka, dan itu bukan salah mereka. tapi waktu itu, gua secara ga lansgung berubah jadi 'manja'...dan hasilnya? zonk..gua kehilangan jabatan...kehilangan nilai...kehilangan kesempatan-kesempatan yang sebenernya layak gua dapatkan.
Jadi anak-anakku, saat kalian galau. Kuasailah kegalauan kalian, nikmati kegalauan kalian namun jangan biarkan kalian terlena. Galau itu cobaan, yang harus kita taklukan. serius nih. gua gamau ada korban lagi (walaupun gua yakin, ga akan ada yang galau seekstrim gua...but who knows?)
Oke, itu adalah salahsatu alasan gua kembali blogging setelah sekian lama gua vakum. Alasan lainnya adalah...well, ini faktor utama karena gua blogging lagi..adalah..karena...sebab....*jengjeng* ternyata ada orang yang masih baca blog gue!
Engga, gua ga maksud buat norak, buat sombong apalagi, sumpah. Maksud gue, logikanya, dengan blog gua yang super sampah ini...yang galau bikin gerah semua ini...kenapa masih ada yang mau baca?! Udah bukan rahasia, kalo anak-anak jaman sekarang pada anti banget sama orang yang galau-go-public (contoh orang yang galau-go-public? liat gua) so blog gua bener-bener blog yang ga layak baca banget sebenernya. dan gua bener-bener ga mengharapkan ada orang yang mau baca blog gua. since i thought i'm blogging for myself. Tapi ternyata masih ada guys, MASIH ADA orang yang baca blog gue *berkaca-kaca* *lap ingus*
Jadi gini, pas rapat osis. ada anak kelas 1 yang tiba-tiba ngajak ngomong gue, namanya Ken.
Ken : teh, saya suka lagu yang ada di blog teteh itu, judulnya apa ya?
Gue : ............ooh..itu..., wait, lo baca blog gue?
Ken : iya
Gue : yang finalien?
Ken : iya teh
Gue : yang lagunya ini? *muter lagu fireflies*
Ken : nah iya! yang ini!
Gue : Serius lo baca blog gue?
Ken : iya...
Gue : oke..
demi Allah gua speechless. Bukan apa-apa. itu blog udah mati 2 bulan lebih. gua juga ga pernah promote-promote blog lagi. paling gua masukkin ke info di fb sama twitter. pertanyaannya adalah, setan apa yang membisiki Ken supaya dia tergerak hatinya buat baca blog gue? segitu baru Ken yang ngaku sama gue. I wonder if there's anyone else who read my fucking-pathethic-blog too.....
Nah, dengan kepercayaan diri yang mulai tumbuh (karena gua ternyata masih punya pembaca, walaupun mungkin cuma Ken, itu juga kayanya dia kapok kesini lagi) dan tekad bahwa 'gua harus menghibur pembaca gua' maka gua harap.....gua bisa aktif ngeblog lagi disini. sharing apa aja yang ada dipikiran gua, share puisi-puisi gue, anything but...galau.
Dan gua inget, awal-awal gua buka blog ini. gua suka posting pengalaman-pengalaman gua yang gua kemas dalam bentuk komedi. Cita-cita gua dulu, adalah menjadi semacam Creative Blogger kaya Raditya Dika. Walau pada akhirnya, kerasnya kehidupan cinta dan dramanya sistem otak gua membuat gua malah melenceng jauh menjadi Galau Blogger..
But now, stop with galau-galau things! i have so much things to share about. many people to share with. Segalau apapun gue, insya allah gue ga akan khilaf sampe kalap di blog lagi :p dan berhubung gua baru bikin quote baru "If you love a person in a right way, you gotta make him your strength, not your weakness. let him live you, but not kill you" so..akan gua buat dia kekuatan gua, inspirasi gua, untuk belajar, menulis, berbagi, melawak, buat kalian semua, siapapun yang masih berkenan buat baca blog sampah gue ini :)
Doakan gua selalu kuat, dan istiqomah sama tekad gua barusan, oke? :)
Arrivederci!
Salam lidah emut permen
Fitriana Ferhadija Yasid
14 desember 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)